Unit Cegah Satgaswil Kalsel Densus 88 AT Polri terus bergerak dalam upaya membentengi generasi muda penerus bangsa , Kali ini, Tim Berkesempatan mengunjungi SMP Negeri 5 Banjarmasin untuk menggelar Sosialisasi Edukasi Stop bullying , Intoleransi & Radikalisasi dan Kekerasan, dimulai pukul 08.30 WITA diikuti sebanyak 200 siswa dengan penuh antusias dan Interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, Kasatgaswil Densus 88 Kalsel, KOMBESPOL Fachrul Sugiarto, S.I.K, diwakili oleh Bripka Prasetio SH Menyampaikan Materi Pengertian Bullying , Intoleransi , Radikalisasi dan Kekerasan di sertai contoh tindakan serta dampak prilaku tersebut
Kaitan Perundungan (Bullying) dengan Intoleransi Tim juga memaparkan bahwa tindakan teror seringkali berawal dari sikap intoleransi dan aksi perundungan (bullying) di sekolah. Oleh karena itu, para siswa diingatkan untuk saling menghargai dan menjauhi segala bentuk kekerasan sebagai fondasi dasar mencegah radikalisme.
Transformasi penyebaran paham radikal kini semakin masif melalui platform digital dan media sosial, sehingga generasi muda menjadi kelompok yang rentan terpapar.
Dalam paparannya, mendorong terciptanya kesadaran kolektif melalui penguatan sikap toleransi, jauhin konten kekerasan , bersikap positif di media sosial serta hindari berita Hoax , Jauhi dan hindari prilaku bullying karena sangat berdampak buruk negatif baik bagi pembully maupun yang di bullying.
Pada kegiatan ini juga membuka sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para siswa siswi diberikan kesempatan berdialog langsung dengan personil Densus 88 AT Polri. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan deklarasi
“Saya Anak Indonesia!”
“Saya Menolak Radikalisasi & Terorisme!
“Saya Menolak Bullying & Kekerasan!”
“Saya Siap Menjadi Pelindung Teman!”
sebagai bentuk komitmen bersama antara SMPN 5 Banjarmasin dan Densus 88 Satgaswil Kalsel
Diharapkan lingkungan sekolah semakin kondusif, bebas dari perundungan, serta mampu menjadi benteng awal dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda.








Leave a Reply