Banjarbaru . Bakesbangpol Kota Banjarbaru Gelar Sosialisasi “Generasi Digital Cerdas Menangkal Hoaks dan Radikalisme melalui media , Kesbangpol banjarbaru Undang Densus 88 & FKPT Kalsel. Sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah Banjarbaru dalam upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap ancaman dan potensi yang menyasar generasi muda, Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 Pukul 09.00 WITA s.d. Selesai, Lokasi di Aula Bakesbangpol Kota. Banjarbaru, dengan peserta audensi terdiri dari berbagai SMA, SMK, Sekolah Rakyat dan GURU BK sebagai pendamping .
Bapak Hidayaturahman, S.Sos., M.Si Selaku Kepala Bakesbangpol kota Banjarbaru memberikan sambutan dan ucapan Terimakasih terhadap Narasumber dan Tamu Undangan yang telah berhadir IPTU Arin SH ( Katim Idensos Satgaswil Kalsel Densus 88 ) dan Ir. H. Muhammad Fauzi Makki, M.P., ( KETUA FKPT KALSEL) serta Israjudin, S.E, M.M., (Kabid Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov.Kalsel)
Iptu Arini SH ( Katim Idensos Satgaswil Kalsel Densus 88 ) menyampaikan
Adanya kasus anak terpapar paham radikalisme di kota Banjarbaru menjadi perhatian bersama untuk segera ditanggulangi dengan menguatkan nilai kebangsaan kepada anak anak muda serta mengajak anak muda lebih bijak dalam penggunaan media sosial, Pengertian dari Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme
Bullying adalah perbuatan menyakiti teman, baik dengan kata-kata, tindakan, maupun secara sosial, berulang kali, sehingga teman merasa takut, sedih, atau malu.
Intoleran adalah sikap atau perilaku tidak tenggang rasa, tidak menghargai, dan menolak perbedaan keyakinan, pendapat, rasisme, maupun kebiasaan orang lain. Paham ini berakar pada ketidakmampuan menerima keberagaman, sering memicu konflik sosial, diskriminasi, dan merusak persatuan.
Radikalisasi adalah proses mental dan sosial di mana seseorang atau kelompok mengadopsi pandangan ekstrem, menentang status quo politik/agama, dan berpotensi mendukung kekerasan yang mengarah pemikiran menuju ekstremisme kekerasan atau terorisme. Proses ini bisa dipicu ideologi, faktor ekonomi, atau internet.
Ekstrimisme adalah penggunaan kekuatan fisik atau kekuasaan secara sengaja, baik berupa ancaman maupun tindakan nyata, terhadap diri sendiri, orang lain, atau kelompok, yang berakibat pada cedera, kematian, kerusakan psikologis, atau kerugian lainnya.
PROSES RADIKALISASI :
PRA RADIKALISASI HIDUP NORMAL,NAMUN RENTAN SEPERTI:
1. Kesepian
2. Frustasi
3. Tidak Dihargai
4. Krisis Identitas
MENCARI JATI DIRI MENCARI JAWABAN ATAS MASALAH HIDUPNYA:
1. Cari Solusi Ketemu Ideologi Radikal
2. Cocok Pikiran
INDOKTRINASI SUDAH TERPENGARUH IDEOLOGI RADIKAL:
1. Dibimbing Mentor Radikal
2. Pendalaman Ideologi
3. Menerima Narasi Ekstrem
4. Komitmen Pada Kelompok
Contoh Bullying di Sekolah ;
– Verbal: mengejek, menghina karena nilai/ penampilan & memanggil dengan nama buruk.
– Fisik: memukul, mendorong, menendang & mengambil barang milik teman
– Sosial: mengucilkan, tidak mengajak bermain bersama.
– Siber: mengejek lewat media sosial, menyebarkan kebohongan online.
Dampak Bullying kepada Anak menjadi pintu masuk Radikalisme / Ektrimisme melalui Propaganda Game online dan media sosial.
Ir. H. Muhammad Fauzi Makki, M.P., ( KETUA FKPT KALSEL) Menyampaikan
Ancaman yang merusak Generasi Muda Indonesia NARKOBA , JUDI ONLINE , PERGAULAN BEBAS , PAHAM INTOLERAN/RADIKALISME dan KORUPSI
Menyampaikan INDEKS POTENSI RADIKAL / IPR Kalsel di tahun 2025 Mengalami kenaikan di peringkat Ke 6 dengan IPR 13,2 di bandingkan tahun lalu 2024 peringkat 15 dengan IPR 12,1
KONTRIBUSI GENERASI MUDA
1. Tingkatkan literasi digital
2. Cerdas dalam menerima berbagai pemikiran dan pengalaman baru
3. Berkontribusi memajukan Indonesia dengan prestasi yang posiitif
4. Mendukung produk lokal Indonesia
5. Menjadi pengguna Internet dan media sosial yang baik & bijak
MODERASI KEBANGSAAN DAN LITERASI DIGITAL Benteng Mahasiswa & Pelajar dari Radikalisme
Diharapkan dengan mengikuti kegiatan sosialisasi ini peserta dapat menjadi agen perubahan lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya, Dengan memahami literasi digital dengan menyaring dahulu sebelum di share dan diharapkan pelajar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang konten negatif, serta ajakan untuk menolak segala bentuk Perundungan / Bullying di lingkungan sekolah








Leave a Reply